Dear diary, 😒

Hingga Selasa (24/03/2020), jumlah kasus di Indonesia mencapai 686 pasien positif covid-19, 30 pasien dinyatakan sembuh dan 55 pasien meninggal dunia. Sedangkan menurut data yang dihimpun wordometers.info, per hari ini Rabu, 25/03/2020 pukul 5.30 am, global case covid-19 sudah menyentuh 417.000 kasus. Negeri-negeri Eropa sedang berdarah-darah, kasus kematian di Italia, Spain, dan France, terus bertambah 200+ orang setiap harinya.

Di Indonesia, seperti yg kita tahu sendiri, per tanggal ini beberapa Pemda akan mulai melakukan rapid test. Entah dengan metode apa, karena banyak beberapa negara yg mengembangkan rapid test ini. China saja saat menangani Wuhan, beberapa kali melakukan adjusment soal metode test kitnya sendiri. Tapi yang pasti, seperti yg disampaikain juru bicara Pemerintah soal penanganan covid-19, seseorang yg dinyatakan negatif belum tentu pasti negatif, toh karena belum ada vaksin, tidak ada yg imun dari virus ini. Selain karena regeneratif virus memerlukan waktu, untuk akhirnya bisa dideteksi oleh test kit. Oleh karena itu batch awal yg akan melakukan test ini, yg dinyatakan negatif akan kembali ditest beberapa hari kemudian. Oh ya, batch awal hanya akan berfokus pada orang yg berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) dan ODP (orang dalam pengawasan).

ehmm, sekedar saran nih, selepas rapid test batch awal ini, kemungkinan besar, pasien positif dari negara ini akan melonjak, akibatnya mulai menyentil orang-orang yg masih saja bandel atau menganggap remeh virus ini. Ketika masyarakat luas mulai ngeh, bahwa "diluaran sana, tidak aman",  panic buying tidak akan terelakan. Jadi, buat yg belum ada stock mie instan, mungkin ini saat yg tepat untuk sedikit persiapan. Atau sejak awal sudah stock duluan? wkwkwkw
kena corona ngg, tipes iya ,,,

Walau, jangan sampai over stock, Pemerintah kita pernah bilang pangan kita aman, meski gw sendiri ngg paham "pangan" itu terdiri dari apa saja. Yang ngg aman adalah, Pemerintah yg menyampaikan info tersebut. aaaa... hmmm, you know what i mean. idk, just flashback when Mr.President said, "kita siap...", yg emmm,, mohon maaf kita tidak siap, atau "kita punya stock 50 juta masker siap dibagikan", yg juga nyatanya kita keteteran. Just in case ajalah ya, wkwkwk

wait, wait... tidak baik mengkritik Pemerintah yg sudah bekerja keras sampai saat ini. Jadi mari sedikit berpikir lebih objektif, nyatanya dari 180 lebih Negera yg terjangkit covid-19, hampir semuanya tidak siap, jadi tolong dipahami bukan hanya Pemerintah Indonesia saja, hampir sebagain besar negara tidak siap. Bahkan negara adidaya Amerika Serikat saja, underestimate virus ini. Silahkan lihat statement Mr.Trump akhir-akhir ini, gw cukup takjub, Trump yg biasanya meledak-ledak, arogant akan egonya, mulai melunak, dari penampilan pun, kayaknya bapak ini tidak tidur dengn nyenyak, fantastis, I lovedit.

Lockdown tidak akan jadi opsi kata Pak President, mengingat masih sangat banyaknya masyarakat kita yg akan sulit bertahan jika mengambil opsi ini, bahkan kondisi (social distancing) yg diterapkan saat ini saja, efeknya sudah sangat terasa bagi para perkerja harian, pedagang, dll. Gw kebetulan tinggal di daerah para pedagang, orang tua pun pedagang. Pahit sekali pendapatan saat ini, hanya benar-benar cukup untuk makan. Paling sial adalah para pedagang yg memiliki hutan pada bank keliling (bangke), ditagih setiap hari, sedangkan pendapatan anjlok 60-80%, mulai banyak yg ambruk, ngeri ngedengernya.

Entah strategi apa yg akan dilakukan Pemerintah Indonesia, jika kondisi terburuk terjadi. Pak Boris, PM baru UK yg sejak awal confident untuk tidak meliburkan anak sekolah saja akhirnya memilih opsi ini, baru saja kemarin diumumkan untuk Lockdown seluruh UK. Abisnya, warganya ini masih banyak yg kumpul-kumpul, kaya masyarakat Indonesia, sedangkan cases di UK terus memburuk setiap harinya. Gw sempet bingung juga, gw kira orang yg fluent english, yg gw pikir pinter dan bisa memahami situasi, ternyata goblok juga, wkwkw. Pak Boris ini apes, banyak dihujat oleh masyarakat nya yg pro EU, setelah kelarnya urusan brexit sekarang harus ngadepin ini. Gw juga agak sial, udah mencium bau-bau bakal lockdown, malah order barang, mana, paketnya belum dikirim dari sana, entah akhirnya gimana. -_-

Karena gw selalu senang berfikir negatif. Pandemic ini bakal menggoyang indonesia keras, masyarakat kita banyak, utang juga banyak, rupiah anjlok, IHSG nyungseb (meski gw ngg paham apa fungsi IHSG, biar keliatan keren aja mention hal ini), yg secara general dialami semua negara, jadi bukan hanya Indonesia. Hanya saja, gw merasa case Indonesia agak lebih spesial (dalam konteks negatif tentunya). I mean, kata yg mau gw ungkapkan adalah WE ARE ALL DOOMED, oh no, mungkin yg tepat YOU ARE ALL DOOMED. Gw si sejak pertama kasus di Wuhan muncul kepermukaan, gw sangat yakin virus ini akan hadir di Indonesia, pun gw memperkirakan gw kena dan mati karena virus ini. So, bukan WE tapi YOU.

Silahkan lihat apa yg akan terjadi, mudah-mudahan Indonesia bisa segera mengatasi dan melewati masa-masa sulit ini.
ssttt, jangan lupa beli mie instan


semoga bisa ketemu kembali di alam selanjutnya. bye.


LABEL: What I Think