Salah satu negara yang saya tahu menerapkan sistem sekolah yang baru saja coba diterapkan di Indonesia saat ini adalah Jepang, kalo yang nonton film jepang; liputan video di YouTube atau anime mungkin tau.

Menurut saya si. bagus loh sistem ini, menghilangkan burden sekolah favorit, dimana biasanya anak-anak "pintar" berkumpul. Dengan adanya sistem ini, sekolah akan disejajarkan, karena dipatok per wilayah, bukan berdasarkan prestasi anak-anaknya. Hal lainnya, soal pemerataan fasilitas pendidikan, karena burden sekolah terbaik itu hilang, dimana biasanya diprioritaskan.

Hal baik lainnya adalah, bisa mengikat keakraban antar anak dimana mereka tinggal, meski mungkin tidak terbukti si. Casenya gini, di Jepang, anak-anak yang satu wilayah itu berangkat sekolah bareng, yang menarik, pada tingkat sekolah dasar misalnya, anak-anak yang gradenya sudah diatas itu akan menjadi penanggung jawab mengantarkan anak-anak dibawah grade mereka, jadi sebagai pengawas. Akhirnya, keakraban terjalin, pun orang tua tidak perlu repot lagi mengantarkan anak-anak mereka.

Apakah terjamin, tidak juga, karena BTW, tingkat bullying Jepang juga parah, wkwkwk. meskipun saya tidak tahu presentasi masalah bullying dengan case ini.

Meski, diawal sudah ada masalah ini itu soal sistem ini, ya dimaklum saja, namanya juga pertama kali. Tapi saya juga merasa terlalu tiba-tiba mungkin ya, atau memang aturan ini sudah noise di atas tapi di bawah kurang terdengar, kurang sosialisasi. Harusnya, ya ngg harusnya juga si, sama ratakan dulu grade setiap sekolah, hilangkan sekolah favorit. Tapi memang akan makan waktu lama, keburu expired ini ide menterinya, lah ya gimana biasanya ganti menteri kan ganti ide.

Mudah-mudahan si, dengan tetiba diterapkan aturan baru ini, bisa gercep juga perataan fasilitas pendidikannya. Jadi yg kecewa tidak bisa masuk sekolah favorit, bisa terobati, atau hawa sekolah favorit itu cepet hilang, karena semua sekolah jadi sama-sama berkualitas.




LABEL: Sekolah , Sosial , Study , What I Think