Saat kelas 3 SD dulu, ada murid baru. Itu adalah pertama kalinya sy kenal anak dengan mata sipit secara langsung, dia pun non-muslim. Anak ini di-bully, yg paling sy inget saat dia digiring didepan kelas lalu ditelanjangi, untuk mengecek tititnya yg ngg disunat, entah yg tdk terlihat.

Unknown: Ilustrasi Bullying di Sekolah

Dia hanya bertahan 1 tahun atau kurang, sy lupa. Dia ini cukup dekat dengan sy, sering minta main ke rumah. I don't know, but, setiap mengingat rupanya, cuma tergambar raut muka ragu, takut, dan tangis. I feel sorry for him, hope you live well right now.

Dalam logis sy, tidak seperti kasus pembunuhan dimana korban meninggal, ya sudah, kan sudah meninggal, lalu pelaku dihukum, kasus usai. Kasus bully dan pelecehan itu biasanya hanya naik sampai pelakunya kena hukuman. Disayangkan, karena bully dan pelecehan tidak sampai disitu, tertinggal korban dengan luka psikisnya.

Tidak seperti luka fisik yg tubuh kita sendiri mempunyai mekanisme untuk menyembuhkan diri. Luka psikis membutuhkan bantuan moral dari pihak luar. Meski disatu sisi, to much attention juga bisa memperburuk, tergantung individunya.

Sy sering mention cerita ini, Ibu yg tampil di TV bercerita soal pelecehan yg didapatnya waktu muda, depresi panjang, diakhiri percobaan bunuh diri sampai beberapa kali. Di Jepang, bully dikalangan pelajar menjadi masalah serius, tercatat tahun 2016 terjadi sekitar 320rb kasus dengan 244 siswanya bunuh diri.

Hal ini menarik perhatian sy, karena sy ingin tahu "apa penyebab seseorang melakukan bullying?" itu menjdi tanda tanya besar. Meski masih jauh dari kata mendidik anak, sy merasa ada bagian dalam pola asuh yg bisa menciptakan anak dengan perilaku menyimpang. Sy akan sangat menyesal jika pola asuh yg lalai malah merusak masa depan anak orang lain. They sweet at home, tapi dibenci teman-temannya, isn't that sad? Sy tahu beberapa anak yg seperti ini.

Hal sederhana seperti body shaming sj bisa ruin other live, mematahkan rasa percaya diri orang lain. Tidak semua orang sekuat itu, ada yg bisa tersenyum dengan itu. Tapi kita tidak bisa memukul rata bahwa itu hanya sekadar bercanda dan meminta korban menerima.

LABEL: Human , Manusia , Sosial , What I Share