Saat saya dibangku SMP kelas satu (2006), bapak saya memberi selembar uang pecahan 5000 terbitan tahun 1986, uang yang saat itu sudah tidak berlaku ini memiliki gambar depan pahlawan Nasional asal Aceh, Teuku Umar, dengan gambar belakang menara kudus.

Doc.Pribadi: Oeang Djadoel

Kebetulan, saya memiliki ketertarikan terhadap benda, menurut ibu hal ini diturunkan dari bapak, selalu ada kata "bagaimana jika ...." terhadap benda. Bahkan, sampai saat ini saya masih menyimpan lembaran kertas ulangan saat kelas 1 SD dulu, karena begitu sayangnya. 😅

Saya agak lupa bagaimana ceritanya, sampai saya menemukan teman sekelas yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap uang kuno. Yang akhirnya, dalam beberapa kesempatan, kami sering pergi "berburu" bersama. Secara istilah kegiatan mengkoleksi uang ini disebut numismatik.

Di kota Bogor, dari zaman saya "berburu" tahun 2006 lalu sampai saat ini, penjual oeang-oeang jadoel ini bisa ditemukan dibeberapa titik jalan Dewi Sartika, lokasinya sekitar 200m sebelah timur Stasiun Bogor.

Sebetulnya, agak sulit disebut "kolektor", karena koleksi saya sendiri tidak banyak. Kegiatan "berburu" ini mungkin hanya berjalan sekitar 1 tahun, dan dilakukan 1 minggu atau 2 minggu sekali jika ada uang. Maklum saja, uang jajan sekolah saya waktu itu 5000 rupiah per hari, dipotong ongkos kendaraan umum 2000 rupiah, maksimal bisa menyimpan 2000 rupiah. Dan lagi, semakin koleksi bertambah, koleksi uang kuno lain yang harus ditebus pun semakin mahal harganya.

Sampai saat ini, kegiatan mengkoleksi ini masih saya lakukan, hanya saja tidak secara khusus mencari uang tertentu. Saya hanya mengkoleksi uang-uang "aktif", yang peredarannya perlahan ditarik oleh Bank Indonesia.

Kenapa uang kuno? err... mungkin alasan saya tidak seidealis sebagaimana semangat "numismatik" sesungguhnya. Memang, menariknya melihat jajaran uang kuno itu, seperti melihat diorama mini perkembangan, gejolak, arah suatu negara. Tapi saya punya alasan sentimental tersendiri. Seperti yang dilakukan bapak terhadap saya, saya pun ingin melakukan hal yang sama. Jika kesempatan itu ada, dengan koleksi itu, saya hanya ingin melihat ekspresi.

LABEL: 30HariBercerita , What I Share