Suatu siang, selepas pulang sekolah, sy bergegas menuju rumah, masuk dapur, mengantungi korek api, naik lantai dua. Menuju balkon, mondar-mandir, memastikan akses balkon tertutup rapat. Tengok kiri-kanan, memastikan tidak ada tetangga yg melihat. Sy menurunkan tas sekolah yg sedari tadi menempel dipundak, membuka, mengambil buku, mencari kertas kosong, merobek, melinting, mengeluarkan korek api.

Unknown - Menua dan Obsesi: Mindset

"tcess...", api menyulut lintingan kertas, sy tiup, menyisakan bara kecil. Sy tempatkan lintingan kertas itu dibibir, dan perlahan menghisapnya.

"uhuk..uhukk..", asap menusuk hidung, sakit sekali, sy terbatuk beberapa waktu, sembari mengumpat dalam hati.

"rokok itu goblok!!"

Umpatan yg salah alamat, karena itu bukan rokok, yg dihisap adalah lintingan kertas. T_T

Setahun berlalu, sy yg saat itu duduk dibangku kelas 4 SD berkata pada seorang teman di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an). Saat itu kami di minggu terakhir mengikuti kegiatan di TPA yg sudah diikuti sejak kelas 1 SD.

"kalo udah gede, gw ngg mau ngerokok"

Sy berkata demikian karna mengmati disekitar tempat tinggal. Menjadi dewasa sama dengan merokok. Bapak sy mantan perokok, sy adalah staff purchasing-nya setiap hari, tapi semenjak mempunyai anak kedua, dia berhenti. Dia cerita sendiri kalau ikut merokok karena dipengaruhi lingkungan tempat dia kerja.

Sy ngg akan bilang merokok itu "buruk". Karena dilevel candu, segala jenis candu itu mengaburkan "batas".

Lingkungan itu membentuk pola fikir. Seperti yg sy kecil coba lakukan dulu, melihat, penasaran, mencoba. Untung sy goblok, mengambil kesimpulan, apapun yg dibentuk dan diperlakukan seperti rokok sama dengan rokok. 😂

Secara umum, manusia itu makhluk sosial yg senang meniru khalayak ramai. Bahaya bagi yg otaknya belum bisa memfilter dengan cakap, mana "baik" dan "buruk". Seperti anak-anak, yg begitu mudah meniru. Jangankan anak-anak, karena ketika dewasa pun, manusia itu senang untuk membaur dalam barisan, bahkan melewati "filter" demi mendapat "status".

Betul kata orang-orang, jika ingin membentuk manusia, bentuklah lingkungannya dulu.

LABEL: 30HariBercerita , Human , Manusia , Sosial , What I Share