Minggu kemarin di kampung saya ini ada kebakaran, 7 rumah habis, salah satu rumah yg kena itu pekerja bapak saya. Dia baik, kata ibu, nah saya tanya-tanya, bagaimana ceritanya bisa kerja di bapak. Ceritalah, lalu belanjut cerita-cerita masa lalu, sampai ibu cerita soal "ngurus anak itu sulit". Mendengar tentang anak, saya bertanya secara tidak langsung, intinya "kenapa si bu, ingin punya anak?".

Doc.Pribadi: Saya (2 tahun) - 25 Feb 1996

Agak melenceng, saya ini orang yg ngg ngerti tentang tujuan adanya manusia, termasuk saya sendiri, untuk apa saya ada? Saya juga ngga paham, dengan melihat gambaran besar, kenapa manusia normatifnya "harus" berkembang biak? untuk apa, kita manusia terus melahirkan manusia lainnya? memangnya apa yg manusia, kita cari? yg ingin kita raih? dalam ruang kolektif.

Pertanyaan itu muncul, karena kekesalan saya dengan ribut-ribut antar manusia ini, saya pikir, "biar saja manusia itu punah", kalau punah, bumi damai, ngg perlu ada konflik. Siapa yg selalu bicara "adil", tapi prakteknya adil itu hanya berlaku untuk "sesamanya"? Walaupun saya tidak menyangkal, banyak hal menarik dan baik pada diri manusia.

Bagi saya, hal itu ngg akan bisa dijawab, kalaupun ada manusia yg jawab, apa dasarnya dia berhak menjawab? Apa yg saya lihat, keinginan itu selalu bergerak karena preferensi personal, bukan ide general.

Saya itu selalu ingin menanyakan hal ini, terkhusus kepada manusia yg berikhtiar, membuat saya berwujud. Akhirnya kesempatan itu ada. Ibu saya lalu menjelaskan sesuatu, hal-hal yg tidak akan saya mengerti ketika saya memang belum menikah, saya belum menjadi "orang tua". Ini bukan tentang logika, tapi rasa, katanya. Fitrahnya saya tahu dan juga merasakan, jika menjadi manusia = senang dengan "keturunan".

Saya menunggu jawaban, preferensi personal, khususnya ibu sendiri, manusia yg bersusah payah antara hidup dan mati melahirkan saya. Ibu melanjutkan,
"Ibu itu punya anak, biar nanti kalo udah meninggal, ada yg terus nge-do'ain, siapa lagi yg mau kalo bukan anak? Kamu ngaji, sedekah*, ada pahala mengalir ke ibu. Kamu, dan semua anak ibu itu investasi ibu didunia untuk diakhirat".


LABEL: 30HariBercerita , Human , Manusia , Muslim , What I Think