Tahun 2013, bosan dengar lagu yg ada, ingin dengar yg anti-mainstream, akhirnya coba cari di soundcloud.com. Disana, sy menemukan cover seseorang yg membuat sy jatuh cinta pada pendengaran pertama, "anak ini harus jadi penyanyi 'beneran'", pikir sy. Dia Isyana Sarasvati, yg saat itu masih studi di Singapura.

Doc.Pribadi: Berjalan Lebih Jauh -  Banda Neira

Sy lihat following di akunnya, ada akun Banda Neira. "Senja di Jakarta", adalah lagu pertama yg sy dengar, impresi sy saat itu "kok bisa, orang yg suaranya bagus, mengikuti band yg lagunya aneh?". Ternyata, Banda Neira adalah group musik kakanya, yaitu Rara Sekar dan rekannya Ananda Badudu.

Banda Neira group musik indie yg sudah bubar (2017), bergenre folk, penggemarnya biasa menyebut "nelangsa pop". Mereka menelurkan 2 album, Berjalan lebih jauh (2013) dan Yang patah tumbuh, yg hilang berganti (2016).

Lagu favorit sy di album pertama berjudul "di beranda", lagu ini menggambarkan perasaan setiap orang tua akan anaknya. Lalu ada "mawar", dilagu ini Rara membacakan puisi bertema HAM, mawar adalah tim satuan Kopassus yg menumpas "pemberontak" saat kepemimpinan Soeharto. Di album kedua, ada "Yang patah tumbuh, yg hilang berganti", seperti lagu ucapan perpisahan bagi Banda Neira sendiri. "Sampai jadi debu", tentang kesetiaan, lalu "Tini dan Yanti" yg liriknya diambil dari catatan tahanan politik '65 di dinding penjara, lagu bertema pelanggaran HAM lagi.

Bicara soal HAM, baru ini sy melihat stand up comedy spesialnya Pandji Pragiwaksono, bertajuk "Juru Bicara" (2016). Salah satu tema yg diangkat adalah pelanggaran HAM, dari sana sy mendengar istilah "kamisan", demonstrasi damai mengenakan atribut serba hitam para keluarga korban pelanggaran HAM tahun 1998. Kegiatan ini diadakan didepan istana setiap hari kamis, selama 12 tahun ini, menyerukan "dimana anak kami?".

"Gila", pikir saya. Entah siapa yg gila. Yg sy mengerti, apa yg dirasakan kumpulan orang tua ini seperti gambaran orang tua pada lirik "Di beranda".

Dan jika suatu saat
Buah hatiku, buah hatimu
Untuk sementara waktu pergi
Usahlah kau pertanyakan ke mana kakinya 'kan melangkah
Kita berdua tahu, dia pasti
Pulang ke rumah


LABEL: 30HariBercerita , Intermezo , Musik , What I Share