Saya bingung dan penasaran, apa sih politik yg dimaksud jangan pakai agama itu? term ini sekali lagi muncul diberbagai komentar terkait #reuni212. Atas salah satu alasan inilah yg menuntun saya untuk melihat langsung, menyusup, karena saya bukan bagian dari "alumni".

Unknown: Monas - Reuni 212, 2018

Filsuf terkenal asal Yunani, Aristoteles, dikutif dari laman wikipedia "politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama". Jika arti politik seperti yg diutarakan Aristoteles, saya akan mantap mengatakan #reuni212 adalah aksi politik. Baik dan buruk itu relatif, arguable dikalangan manusia, tergantung landasan buku yg digunakan.

Dalam bayangan saya yg awam dan mungkin juga kebanyakan orang, politik itu selalu dikaitkan dengan politikus, wakil rakyat, pemerintahan, orang yg membuat kebijakan. Jika itu yg dimaksud, dan anda muslim yg mengatakan seperti judul notes ini, coba berpikir ulang.

  • Dasar negara Indonesia, Pancasila, sila pertama "Ketuhanan yg maha Esa", itu produk politik orang Islam, berdasar pada Piagam Jakarta,  "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya", yg akhirnya dikompromikan pada rumusan Dasar Negara, hingga saat ini, untuk menjaga ikatan umat beragama.
  • Bank asas Syariah, yg bertujuan untuk menghindarkan muslim dari praktek riba, adalah produk politik yg diusulkan sejak jaman pemerintahan Suharto, butuh beberapa tahun melobi agar aturan UU terkait Bank Syariah bisa dirumuskan.
  • Logo halal pada makanan, dll, baru diimplementasikan 1994 setelah mendapat persetujuan Mentri Agama, kendati LPPOM MUI berdiri 1989, karena kasus tahun 1988, penelitian dari Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya soal temuan atas produk makanan yg mengandung lemak babi.

Dan mungkin masih banyak, karena caption IG terbatas 2200 karakter.

Jika saja para politikus, wakil rakyat, perumus kebijakan yg beragama Islam mengindahkan dasar agamanya dalam berpolitik, apa iya dalam kasus makanan contohnya, kita harus cek lab sendiri memastikan, makanan yg dikonsumsi tidak mengandung zat yg haram?

Lantas, pada pengertian seperti apa, dan pada titik mana politik jangan disandingkan dengan agama?


LABEL: AksiDamai , Muslim , What I Think