Belum lama ini saya menonton sebuah film yg di-release tahun 2016 lalu, tidak banyak ter-expose tapi ada karakter dan scene dalam film tersebut menerangkan bahwa "Kami pasangan gay (homoseksual)".

Unknown: Photo manipulasi digital, Buaya dan Beruang

Sejak dilegalkannya pernikahan sesama jenis secara national oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 26 Juni 2015, hal tersebut bisa dibilang menjadi titik tumpu, penetrasi pemahaman ini keseluruh dunia, bahkan sempat menjadi perbincangan hangat di Indonesia kala itu.

Dalam beberapa catatan yg saya baca di wikipedia, kelompok ini sudah bergerak cukup lama, di beberapa wilayah di Texas Amerika Serikat bahkan sudah dilegalkan sejak 1962.

Salah satu sektor yg terimbas akibat pelegalan itu, yg saya lihat adalah di industri perfilman, film maker mulai memasukan, memberikan porsi, menggiring stereotip lama dimasyarakat menjadi "LGBT is a normal thing".

Menangkap kesan itu, saya mulai bingung dengan arti normal, apa itu normal? di KBBI versi 5 (kamus besar bahasa indonesia), normal adalah "menurut aturan atau menurut pola yg umum". Saya pun memahami demikian, normal itu "pola yg sama", atau "mayoritas dari sebuah pola".

Coba bayangkan ada sebuah planet, yg 95% penghuninya memiliki 3 mata, dan sisanya hanya 2 mata, mereka manusia. Dari pandangan kita manusia bermata 2, siapa yg normal dan tidak normal di planet itu? apakah artinya, normal itu berstatus relatif? tetapi absolut dari kacamata "data"?

Apakah LGBT itu normal? dunno, berdasar norma dan pola, abnormal. Tapi bagaimana jika sifat normal itu relatif, seperti permisalan diatas? Membicarakan orientasi seksual itu membingungkan, sebelum mendeskripsikan orang lain, coba deh tanya diri sendiri, gini misalnya, jika lu laki-laki "normal", "kenapa si lu suka perempuan?"

"ya karna naluri", ambilah naluri, tapi tetep kenapa? kenapa naluri lu menggiring untuk suka perempuan, sedangkan ada laki-laki "lain" yg malah suka laki-laki lainnya? Karena ada perbedaan, berarti ada alasan, ada parameter, ada variabel yg menyatakan itu. Nah apa? wkwkw

Jadi, apa itu normal dan tidak normal?

Meski pikirannya sengklek, saya makmumnya Nabi Luth, in case you're wondering.. 😁

LABEL: Human , Intermezo , Manusia , Sex , What I Think