Saya baru saja membeli e-ink e-reader (non android) pertama saya, meski cuma barang murah 2nd. Hal yang pertama kali saya cari sebelum dan sesudah memiliki barang ini adalah, saya ingin ada Al-Quran didalamanya, dengan kriteria tanda wakaf dan halamannya harus sama dengan versi cetak Indonesia yg saya punya.

Doc.Pribadi: Kobo Touch eReader

Setelah cari kemana-mana ngg nemu, sampai kepikiran pengen kontak penerbit, mau beli softcopy nya, walaupun ngg mungkin dikasih kayaknya 😂 akhirnya nemu petunjuk. Kemenag menerbitkan versi digitalnya dilaman quran.kemenag.go.id yg berhari-hari ngg bisa saya akses entah kenapa. Baca-baca, ternyata mereka punya versi Androidnya.

Loh kok beda? App ini isinya per 27 Nov 2018, formatnya berupa ayat dan arti. Saya coba baca review di Playstore, ternyata formatnya memang dirubah, yg saya inginkan ada di versi sebelumnya. Cari lagi, nemu versi lama, extract, didapatilah 609 file gambar yg saya cari-cari. Proses semi manual, dan jadilah sebuah file berformat ePub sebesar 80mb, yg setelah dicoba, saya cukup puas dengan hasil akhirnya.

Mencoba adaptasi, ingin mengganti versi cetak, subuh tadi selepas membaca, terbesit pertanyaan, "Apakah digitalisasi adalah langkah awal hilangnya Al-Quran seperti yg tertulis di hadist soal akhir zaman?", karena yg saya pahami bahasa hadist itu kadang berupa kias, meskipun itu "kata langit", tapi prosesnya tidak serta merta "ajaib".

Ibn Majah dan al-Hakim menyampaikan dari Hudzaifah bin al-Yaman bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju, sampai tidak diketahui apa itu puasa, apa itu shalat, haji dan sedekah. Kitabullah dimusnahkan dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayat pun, dan yang tersisa adalah kakek-kakek dan nenek-nenek yang mengatakan, 'Kami melihat orangtua kami mengatakan laa ilaaha illallah, maka kami pun mengatakannya'."

Perkembangan apa yg akan terjadi di masa depan? Yg membuat kita bisa mengetahui kejadian dimasa lalu adalah adanya bukti fisik berupa tulisan atau benda lain yang ditinggalkan sebagai bentuk eksistensi orang-orang dulu. Tidak seperti artefak fisik, digital itu murah, efisien, tapi juga sangat rentan.

LABEL: Hadist , Muslim , What I Think