Sebuah pertanyaan retoris yang saya tanyakan kepada diri saya sendiri, toh siapa yang bisa menjawab ? namanya juga retoris, dan lagi saya pun ngg yakin apa sebetulnya yang ingin saya ketahui dengan menanyakan pertanyaan seperti itu.


Dalam beberapa film Sci-Fi yang pernah saya tonton, bumi dimasa depan terkadang digambarkan cukup menyedihkan, berbagai macam polusi menyelimuti, akibat ulah siapa lagi jika bukan manusia, lalu skenarionya manusia mencari bumi lain untuk ditinggali atau manusia mencoba bertahan hidup di bumi yang sudah tidak bersahabat lagi. Entah itu film apa yang saya tonton, salah satu yang saya inget cuma Wall-E.



sebetulnya awal saya memikirkan hal ini bukan karena film Wall-E itu, sudah cukup lama saya ingin menuangakan isi kepala ini sejak melihat beberapa postingan disuatu group facebook, karena captionnya sedikit menyenggol semacam budaya dan moral gitu, postingan tentang Tourist asal China yang maaf poop dibandara, apa salahnya poop dibandara? salah jika poopnya ngg ditempat yang disediakan, lalu juga posting tentang Tourist china lagi yang menjemur pakaian ditaman bermain, pokoknya semua berita "ketidak bermoralan penduduk China". BTW ini ngg ada hubungannya dengan yang sekarang ini sedang ramai ya, seriusan, memang karena momennya aja yang kurang tepat, diposting saat "orang China" lagi ramai dibahas, dan sekarang malah dibahas sama saya. -_-

Karena saya penasaran "kenapa si mereka seperti itu ?", akhirnya saya mencari informasi kebeberapa blog pribadi tentang Traveling, suatu group facebook yang saya sebut sebelumnya memang group traveling, group "Backpacker International". Disalah satu blog post yang menceritakan tentang pengalaman berpergian ke negeri gingseng itu, saya mendapat sedikit gambaran, jika ha-hal yang menurut kita (warga Indonesia) tak bermoral atau tak berbudaya atau apalah tadi, itu sudah menjadi hal yang "lumrah" disana, toh "budaya" sendiri terbentuk akibat kebiasaan atau bisa juga karena keadaan, contohlah di negeri kita ada budaya mencium tangan, diluar sana tidak ada, di china jika ingin kentut harus segera dikeluarkan, biar ngg penyakit katanya.

Okezone : Hokkaido Minta Turis China Tidak Kentut Sembarangan

Di US kentut dan sendawa sembarangan adalah suatu yang buruk, bahkan masuk salah satu fitur di video game GTA. Kembali ke blog yang saya baca, toilet umum disana itu terkadang tidak ada pintunya, dan maaf itu "tai" dilubang WC masih bertebaran, wkwkw ngg kebayang, sipenulis blog itu bertanya ke penjaga WC, "kenapa ngg disiram?", "ada jadwalnya untuk menyiram, sayang air kalo setiap saat harus disiram" kurang lebihnya seperti itu. See the point ? ngg perlu lah itu diceritakan banyak "tai" berceceran dijalan, jadi harus hati-hati kalo lagi jalan. Ahahaha ..

Kaskus : Kelakuan konyol warga China Daratan yang BAB Sembarangan

China adalah negara dengan populasi manusia terbanyak didunia, sebanyak 1.38 Miliar manusia atau 18.5% populasi dunia (Nov 2016) , dikutip dari Wikipedia. Bahkan disana pernah diberlakukan kebijakan 1 keluarga 1 anak yang dilakukan dari tahun 1980-2015, sumber Wikipedia. Populasi banyak, butuh air banyak, makanya air harus dipakai sehemat mungkin, China saya bilang si jadi negara manufacture terbesar didunia, kalo karawang kawasan industri, China negara industri, kita sama-sama tahu hampir semua produk electronic yang kita pakai sekarang diproduksi di China. Populasi banyak butuh pekerjaan banyak, kenapa harus China? ongkos produksi minim, karena pekerja bisa dibayar murah, karena banyak yang butuh pekerjaan, ngg apa-apa gaji minim asal bisa kerja dan hidup. Jika mau diurut masih banyak permasalah yang timbul terhadap dampak dari banyaknya populasi.



Saya mau kembali kenegeri sendiri, ke ibu kota negaranya deh, sampah, limbah, air bersih, tempat tinggal, pekerjaan, kemacetan, dsb. terus diputar atau malah terus berputar penjadi bahan perbincangan yang tidak ada habisnya, mungkin bukan tidak ada habisnya bisa jadi memang tidak akan pernah habis. Yah gimana, yang menyerah dan kembali kekampung 1 orang, yang kesana 10 orang. Bicara global, mungkin bakal gini "semua akan seperti china pada waktunya", yah gimana, kehidupan manusia secara umum itu, lahir->gede->kawin->beranak, dan terus berputar, makanya tunggu aja sampai waktunya, whahaha ...



Saya singgung soal keadaan bumi diawal, kenapa harus disinggung? karena pada akhirnya dampaknya ya ke bumi, manusia berpijak dipermukaan bumi. Saya si mengibaratakan bumi itu seperti tubuh manusia yang sudah tak bernyawa, dan mahluk hidup (ex: manusia) itu belatungnnya, tubuh manusia yang sudah tak bernyawa tidak akan berkembang kembali (tumbuh), begitu juga bumi, ya segitu-gitu aja, sedangkan si belatung terus menggerogoti isi bumi, ya pada akhirnya bumi bakal rusak. Masuk akal kenapa para Planetologists yang atheist berpikir untuk mencari "bumi" baru, mereka pasti sudah memperkirakan hal ini, tapi apa? saya pikir, meski jika "ada", kayaknya kejadian dibumi akan terjadi lagi.

Hal ini sedikit memberikan jawaban kepada saya sendiri atas pertanyaan yang saya utarakan sendiri kepada diri sendiri, lagi-lagi sendiri :v, apa itu?
"kenapa si harus ada hari akhir? kenapa harus dimulai jika akhirnya harus diakhiri? kenapa sejak awal tidak usah dimulai saja?"

BTW, ini pertanyaannya seperti orang yang putus asal soal cinta, ahaha ... :v hiks ... :'(

Dan jelas sekali itu pun pertanyaan retoris, hanya Allah yang tahu, dan itu hak preogratif sang pencipta untuk melakukan apapun, tapi hal ini sedikit memberikan jawaban atas pertanyaan saya diatas.

Jadi, Kemana si arah populasi manusia?


LABEL: Budaya , Manusia , Sosial , What I Think