Beberapa bulan terakhir ini saya aktif ngikutin feed account-account yang ada di Instagram, setelah sebelumnya hanya membuat account lalu tinggalkan.





Bukan untuk ngeliat yang aneh-aneh kok, meski saya tahu banyak account-account aneh (kok bisa tau ya?), saya lebih ke baca-baca komik joke dan ngeliatin karya para seniman yang memamerkan karyanya disana.

Instagram menjelma menjadi sebuah galeri yang cukup menarik, tapi konsentrasi saya dalam post kali ini adalah tentang account-account akhwat cantik ... :P
Scroll, scroll, tap ...
"Subhanallah, indahnya ciptaan Allah"
Scroll, scroll, tap ...
"Wuihh, bening euy .. ", sembari cengar-cengir ..
Scroll, scroll, tap ...
"hmm, cantik ... hihihi"

Mungkin itu reaksi alam bawah sadar gue jika dituliskan dengan kata-kata ..

Saya kadang menjadi tidak paham dengan makna kata Hijab, jika melihat akhwat-akhwat yang dengan sengaja memamerkan wajah dan tubuhnya itu.

Jika dulu-dulu mungkin agak sedikit repot mendapatkan photo-photo akhwat cakep untuk dijadikan bahan, untuk bahan kliping misalnya, atau menjadi bahan kegiatan lainnya, sekarang tinggal buka Instagram, masukan keyword hastag yang sekiranya relevan dikolom pencarian, dan walla... photo dedek-dedek gemes dengan mudah didapatkan.

Kok tau om ? sering nyari photo dedek-dedek gemes juga ya ?

Kan ada mode private! Ieuukah ? ada followernya ngg ? kalau niatnya untuk backup, silahkan upload, bikin mode private dan ignore orang-orang yang ingin follow akunmu.
Loh kok repot ngurusin orang ?

Hmm, ngg kok biasanya aja si, saya hanya bingung aja sama definisi arti hijab itu tadi.



Saya tidak tau orang lain  melakukan hal semacam ini atau tidak, mungkin ini menjadi salah satu kegiatan group chat kami saja. Chat group yang terdiri dari 4 jejaka termasuk saya, beberapa orang didalamnya sering sekali mempost photo akhwat-akhwat cantik dari Instagram, lalu saling dibandingkan, "Bro, bro .. Nyang ini dapet brapa poin bro ?", sembari posting photo-photo model hijab yang lain, yang dengan leluasa bebas dicomot.

Bukan tidak suka, entar disangka homo kalo ngg suka. Suka lah! Gue masih normal! Perlu bukti ? whaha .. Saya hanya sedang belajar menundukan pandangan, menjadi seorang muslim yang lebih baik dan bermartabat ... (sembari kibas poni, walau ngg adaan) #iniBukanPencitraan

Lah terus ngapain buka-buka instagram kalo memang lagi menundukan pandangan ?

Weh, ceritanya si saya nulis ini ingin memberi insight gitu loh, dan sedikit nyenggol, syukur kalo ada yang ngerasa kesenggol, kalo ngg, ya saya doa'kan semoga ada hal-hal lain yang bisa membuat dirimu tersenggol.

Kata-kata penutup yak, "Wahai para wanita, akhwat-akhwat cantik yang baik hati, saya cintai dan saya banggakan, saya tau itu sulit karna egomu dan hasratmu untuk bersolek dan mempertontonkan kemolekan adalah merupakan sifat dasarmu, meski begitu sudikah adinda menahan itu untuk meringankan beban Ayahmu diakhirat nanti ? sudikah kiranya adinda menahan itu hanya untuk suami tercinta nanti ?"

LABEL: Muslim , What I Think