Saya pernah bertanya kebeberapa teman saya mengenai arti cinta, tapi tidak ada satupun jawaban yang memuaskan saya, yang nyatanya saya sendiri pun bingun dengan jawaban yang saya inginkan, juga pertanyaan yang bersifat general dan banyak persepsi.





Bukan, bukan cinta terhadap lawan jenis, tapi yang saya bicarakan tentang cinta terhadap Tuhan dan Utusannya. Jika saja arti cinta terhadap keduanya hanya sebatas mengerjakan apa yang dikehendaki dan menjauhi yang dilarang sudah bisa disebut cinta, tapi betulkah hanya sebatas itu ?

Saya teringat beberapa lirik lagu dari EdCoustic, seperti pada penggalan lagu Aku ingin Mencintai-Mu dengan lirik "kuharap aku bertemu dengan-Mu", juga pada penggalan lagu Muhasabah Cinta dengan lirik "pertemukan aku dengan-Mu". Jika saya menganggap itu sebuah lirik plain tanpa kiasan dan makna tersirat, saya mengartikan bahwa rasa cinta itu kurang lebih sama seperti kita mencintai lawan jenis, rasa berdebar, terngiang-ngiang, rasa rindu, begitu tidak sabar ingin bertemu.

Sudahkah saya memiliki rasa seperti itu ? Apakah seperti itu sebenarnya arti cinta ? bukan sebuah ungkapan semu tanpa rasa ? jika saja kita punya perasaan menggebu terhadap lawan jenis yang mengartikan itu sebuah arti cinta, lantas kenapa tidak muncul juga perasaan itu terhadap Tuhan dan Utusannya ? Apakah betul saya sudah mencintai Tuhan dan Utusannya ?

LABEL: Cinta , Muslim , What I Think