Bulan-bulan ini banyak sekali peristiwa yang membuat saya mengerutkan dahi, membuat saya kebingunan dengan apa yang sebetulnya terjadi.





Kenapa begitu beruntun ? Perdebatan pun banyak terjadi dimedia sosial, membicarakan siapa yang salah, lelaki ataukah perempuan? Sebagai seorang lelaki tentu saja saya tidak bisa menerima tuduhan bahwa lelaki penyebab utama kasus-kasus pelecehan sexual yang merebak ini, "perempuan pun ikut andil", pikir saya.







Sampai akhirnya saya membaca sebuah tulisan yang menusuk-nusuk pendirian saya, Pakaian dan Pikiran Seksual. Entahlah, mungkin tidak semua orang setuju dengan tulisan itu, dan karena saya merasa tertusuk-tusuk artinya saya menyetujui pemikiran penulis itu, kenapa ? refleksinya adalah kepada diri saya pribadi.

Jika saja andil perempuan itu menjadi penyebab kasus pelecehan, apakah jika anda dihadapkan dengan kondisi hadirnya perempuan yang membuat anda kepanasan dan tegang akan membuat anda melakukan hal-hal aneh, seperti meraung-raung ? ataukah berguling-guling ? Saya rasa tidak, anda yang menemukan dan membaca tulisan aneh ini adalah orang yang peduli soal kasus semacam ini, mana mungkin anda akan melakukannya bukan ? Saya pun demikian, lelaki yang merasa waras dan bermoral mana yang akan melakukan pelecehan ? Maka dari itu saya setuju, lelakilah yang sepenuhnya salah. Bukan karna jargon, "lelaki selalu salah dimata perempuan".

Tetapi ada satu hal yang terlupakan, apa ? KORBAN! Pemerintah dan kita terlalu terfokus pada pelaku, tetapi lupa pada korban. buktinya apa ? Tulisan seorang penyintas (korban yang sudah bangkit), Bagaimana reaksi kita ketika melihat sebuah kasus pelecehan seksual ? silahkan baca saja tulisan seorang penyintas ini, Mengapa saya menolak Perppu kebiri.

LABEL: Sex , Sexual Abuse , Sosial , What I Share