Saya jadi teringat ayat yang isinya kurang lebih seperti ini "Allah tidak akan menguji hambanya di luar kemampuan hambanya". Apakah ini yang menjadi latar belakang ditentukannya nasib setiap orang yang berbeda-beda? dalam hal ini lebih condong ke beban hidup.
Saya selalu terheran, melihat nasib orang lain yang bagi saya jika dipikirkan terasa sangat berat tapi orang lain bisa melewatinya, mereka bisa menanggu beban berat itu. Kok dia hebat, bisa melewati banyak hal yang yang menurut saya sulit. Nah dari hal itu, apakah memang ketika Allah menurunkan ujian kepada seseorang, Allah melihat kadar kekuatan kita ( manusia ) terlebih dahulu ?

Teringat kembali tayangan di Televisi, ada nenek-nenek yang dimasa tuanya hidup sendiri, dalam sehari dia hanya bisa mengantongi uang 5rb rupiah, jaman sekarang ini 5 ribu cukup buat apa ya? parkir motor aja udah 2rb... Ada pula seseorang yang ditakdirkan tidak memiliki memiliki tangan dan kaki, tapi dia bisa semangat menjalani hidup. Itu hal yang luar biasa, apakah saya mampu? saya mungkin tidak mampu, dengan keadaan saya yang Alhamdulliah sempurna, terkadang Saya masih mengeluh.
Betulkah, ketika Allah memberi suatu ujian kepada seseorang, Allah melihat dulu kadar kekuatannya hatinya ? mungkin jawabannya Iya. Mungkin kasarnya, ketika Allah melihat si A, si A sudah mampu memelihara emosinya, lalu si A diberi ujian X. Selanjutnya tinggal si A ini mampu bertahan ataukah tidak, apakah akhirnya si A lulus dan bertambah kadar keimanannya, ataukan dia malah bunuh diri, membunuh, atau malah memaki-maki Tuhannya.

Kali ini saya sadar, untuk tidak menghina orang yang sedang dalam ujian, karna saya belum tentu mampu menerima ujian itu.

Karna saya belum mampu
Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk berkumpul bersama keluarga
Karna Allah tahu, saya belum mampu menahan rasa kehilangan, saya belum mampu hidup sendirian 
Karna saya belum mampu
Allah masih memberikan rizki kepada Orang tua saya, sehingga keluarga saya masih bisa hidup layak
Karena Allah tahu, saya belum mampu mencari rizki dan menghidupi keluarga sepenuhnya
Karna saya belum mampu
Allah masih memberikan beban yang ringan dalam hidup saya
Karena Allah tahu, saya belum mampu memikul beban yang berat 
Karna saya belum mampu

Terima kasih teman-teman hebat diluar sana, kalian luar biasa, kalian bisa dan mampu melewati banyak ujian, memberi saya kesempatan melihat realitas, memberi saya kesempatan untuk seharusnya banyak bersyukur.

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?"



LABEL: What I Think