Hari ini, hari pertama saya memilih calon legislatif. Saya akui saya tidak mengetahui siapa calon-calon yang katanya akan mewakili rakyat ini, calonnya aja ngg tahu apalagi visi dan misinya.

Beberapa puluh persen pemilih tahun ini adalah para pemilih baru seperti saya. Orang awam yang cuek bebek istilanya, “bodo amat lah, w golput, calonnya aja ngg kenal”, “halah, emang kalo w milih loe, kehidupan w bisa berubah ? bisa lebih baik ? w golput !”, itulah beberapa status yang saya lihat dibeberapa media social, beberapa memilih golput. Tapi ada juga yang seperti ini, “oke dari pada w bingung, w coblos elu semua! hahaha “, ah elah tong, tetep aja vote elu itu kaga berguna.
Woi, ini kan hak GUA !, kenapa elu harus ikut campur? Woi, ini kan Cuma opini saya, yang keluar dari otak saya, selama tulisan ini tidak merugikan ente baik secara materil/moril ya terserah saya. :D
Kita sebagai rakyat mengharapkan perubahan, berharap Indonesia bisa lebih baik dalam segala hal, ingin Indonesia makmur. Anda menuntut hak, tapi ngg menjalankan kewajiban. “kewajiban w emang apaan tong?”, memilih ! “ah elah memilih lagi. eh tong, denger yee, w dari kapan tau dah bisa milih, udah w ikutin kewajiban-kewajiban w buat milih ! tapi mana ? caleg-caleg Cuma obral omong kosong doang tong ! hasilnya ? Indonesia tetep gini-gini aje, so buat apa w milih, mending w golput kan ?“, Anda sudah betul dalam hal tetap memilih, tapi jangan skeptis gitu lah, ngg semua begitu juga kan? pasti ada hasil yang dicapai walau tidak signifikan langsung dirasakan? setidaknya pasti ada.

Golput menyelesaikan masalah? saya pikir tidak. Gunakan hak suara mu, kalo Indonesia ingin berubah, sedikit demi sedikit, ngg semudah membalikan telapak tangan dalam mengubah sesuatu kan, apalagi yang sudah mengakar kuat, perlahan tapi pasti keluar para pemimpin yang bisa memimpin Indonesia kearah yang lebih baik. Kalo Anda ngg memilih Anda mau Indonesia dipimpim kembali oleh bedabah anjing laknat? yang boro-boro memajukan Indonesia, memajukan perutnya iya.

Saya muslim, jika Anda muslim dan Golput, saya bisa bilang Anda tidak bertanggung jawab terhadap agama Anda. Saya tidak mendikte, silahkan Anda cari tahu, kenapa Anda saya katakan tidak bertanggung jawab.

Pilih partai yang ber Ideologi Islam, maka Anda sudah bertanggung jawab terhadap agama Islam. “Kita kan pilih calonnya, di partai lain juga kan calonnya agama Islam, kenapa harus partai islam “, calon yang beragama Islam sekalipun, calon Anda pasti didikte sesuai ideology partai calon pengusungnya, entah ideology seperti apa. Partai Islam, insya Allah Ideologi nya Islam, yang sudah jelas kita sebagai muslim tahu.

Ini ada kutipan tulisan dari salah satu Dosen saya.
SAYA INGIN MEMILIH

Sebenarnya saya tidak ingin golput Saudara !
Saya ingin memilih orang-orang shaleh yang cendekia,
yang peduli pada nasib rakyat, amanah saat bekerja,
dan berani menentang arus koruptif yang merajalela.

Tapi di manakah orang-orang langka itu kini berada ?
Ternyata mereka tidak dicalonkan oleh partai-partai yang ada ...
karena mereka bukan kader, bukan kerabat atau teman ketua,
juga tidak mampu mempersembahkan "gizi" dan "amunisi" yang diminta.
Kalaupun dicalonkan, mereka ditaruh di dapil-dapil kering merana,
yang insya Allah di situ partai akan sedikit mendulang suara.
Lantas saya harus memilih siapa ?

Sebenarnya saya tidak ingin golput Saudara !
Saya ingin memilih partai yang serius membangun bangsa,
mengedukasi rakyat tentang politik luhur tak hanya jelang pilihan raya,
mengadvokasi rakyat ketika ada yang salah pada kebijakan penguasa,
mengagregasi rakyat agar bersatu dalam bhinneka tunggal ika,
dan mengartikulasi suara rakyat yang sesuai nurani mereka.

Tapi di manakah partai-partai langka itu kini berada ?
Ternyata tidak lolos verifikasi administrasi dari KPU mereka,
karena mereka tidak ingin memenuhi beberapa prosedur secara rekayasa.
Bila terpilihpun, belum tentu mereka akan duduk di kursi singgasana,
karena ada aturan parlementary threshold dan seabreg yang lainnya.

Sebenarnya saya tidak ingin golput Saudara !
Saya ingin memilih politisi yang paham demokrasi dengan sempurna,
agar di parlemen nanti dia tidak menciptakan hukum yang dibenci surga.
Tetapi saya ingin dengar dari mulut mereka,
janji yang serius untuk mengganti semua UU yang durhaka,
menjadi sistem yang taat pada Sang Pencipta Jagad Raya.

Tapi di manakah politisi langka itu kini berada ?
Ternyata mereka tidak mencalonkan diri di pilihan raya,
karena mereka tidak ingin mengikuti logika jumlah suara,
entah suara kyai dengan suara pelacur sama harganya,
atau suara cendekia sudah dikebiri suara para pengusaha.
Mereka juga belum melihat pemilu akan mengganti suasana,
karena tergantung juga seberapa "tersesat" kita kini tengah berada.
Mereka yang tersesat hanya akan memilih penyesat sebagai juara,
bahkan yang luruspun akan berpura-pura menjadi terperdaya ...

Sebenarnya saya tidak ingin golput Saudara !
Saya ingin ikut berjuang bersama orang-orang yang berbuat nyata !
Memperbaiki negeri dari dasarnya, bukan sekedar membangun citra !
Bukan yang mengajak orang memilih, lalu lima tahun melupakannya !

Saya takut pada hari di mana diminta pertanggungjawaban kita.
"Mengapa kau pilih dia padahal dia tidak berhukum pada Kitab-Nya?"
"Mengapa kau pilih dia padahal dengan penjajah dia bermanis muka?"
"Mengapa kau pilih dia padahal umat tak pernah dibelanya?"
"Mengapa kau pilih dia padahal dia tak jelas kompetensinya?"
"Mengapa kau pilih dia padahal di sidang tak pernah terdengar suaranya?"
"Mengapa kau pilih dia padahal soal lancung partainya itu sudah biasa?"
Aduh kepada Tuhan nanti saya harus bilang apa?

Dan saya pun sayup-sayup mendengar juga ...
"Jangan golput, nanti pihak sana yang mendominasi dan berkuasa!"
"Jangan golput, itu sikap paling pengecut dan sangat tidak dewasa!"
"Jangan golput, itu perbuatan setan karena membuat pemilu sia-sia!"
Tapi saya harus memilih siapa?
Memilih dia ? Mengikuti pilihannya ? enak saja ...

Lalu ada yang angkat bicara, "Kenapa tidak Anda saja calegnya?"
"Iya kenapa Anda tidak bikin partai saja, biar kita bisa pilih bersama?"
"Supaya kita juga ada pilihan dan tidak hanya bermuram-durja?"

Betul, tapi ini sebuah kompetisi yang dirancang tidak untuk kita !
Ini sebuah kompetisi untuk mengokohkan hegemoni penguasa dunia !
Ini sebuah kompetisi yang tak mungkin kita menangkan selamanya !

"Lho, belum-belum Anda sudah putus asa ?"
Tidak, tetapi sejarah telah berulang kali membuktikannya !
Maka Teladan Utama kita menunjukkan jalan yang teruji bijaksana.
Yakni jalan dakwah, mengubah pribadi dan opini umum kaumnya.
Lalu merebut hati orang-orang kuat agar mendukung tanpa syarat apa-apa.
Karena tanpa perubahan opini umum, partai terbaikpun tak dapat suara.
Dan tanpa merebut hati orang kuat, kemenangan itu fatamorgana.

"Tapi jalan dakwah itu lama, bagaimana kalau besok kita sudah binasa?"
Betul, jalan dakwah itu berliku dan membosankan mayoritas kita !
Tapi ini jalan yang diwariskan para Nabi yang mulia !
Nabi Nuh telah berdakwah sembilanratus limapuluh tahun lamanya !
Nabi Muhammad menolak tawaran Quraisy untuk berkuasa,
selama itu tidak untuk menerapkan apa yang diwahyukan Rabb-nya.

Jadi, kalau ingin kami tidak golput Saudara,
jangan hujat kami dengan kata-kata yang menambah kami terluka !
Tetapi perbaikilah dan pantaskanlah caleg dan partai Anda !
Tunjukkanlah keseriusan untuk meninggikan kalimat Allah azza wa jalla.
Tunjukkanlah kompetensi yang pantas dalam soal akherat dan dunia.
Dan tak perlu bermanismuka dengan penjajah siapapun wujudnya.

Insya Allah masih ada masa, dan kami akan bersama Anda !


Masih ada waktu buat nyoblos, loe pengen Indonesia berubah ayoo gunakan hak suara loe !


LABEL: What I Think